Sering Makan Sembarangan? Ketahui Risiko Penyakit Tipes yang Mengintai!

ket: gambar tangan memegang termometer, sumber: freepik.com

Pernah nggak sih kamu merasa FOMO ( Fear of Missing Out ) saat melihat jajanan viral berseliweran di TikTok atau Instagram, lalu tanpa pikir panjang langsung datang buat ikutan beli? Mulai dari seblak, cilok bumbu di pinggir jalan, hingga es kekinian yang terlihat segar banget di tengah cuaca panas. Makanan dan seperti minuman ini memang bisa bikin perut kenyang, mood jadi  naik, dan cocok untuk menjadi bahan konten . Tapi, sadar gak sih kalau kebiasaan jajan dan makan sembarangan ini bisa jadi "red flag" buat tubuhmu? 

Realita pahitnya, makanan yang terlihat enak, murah, dan estetika belum tentu ramah di perut. Seringkali kita lupa memeriksa seberapa higienis proses pembuatannya. Apakah wadahnya tertutup rapat? Apakah udara yang digunakan untuk mencuci alat dan membuat es batu benar-benar bersih? Padahal, dibalik kenikmatan saat itu, ada ancaman kesehatan yang mengintai.

Inilah yang sering menjadi "musuh dalam selimut" bagi generasi muda yang hobi kulineran tanpa pikir panjang mengenai dampak yang akan terjadi di depannya jika sering mengonsumsi makanan tanpa melihat kandungan yang ada pada makanan tersebut, salah satunya yaitu  Penyakit Tipes atau dalam bahasa medis disebut Demam Tifoid

ket: seorang wanita sedang sakit berbaring di sofa. sumber: freepik.com

Apa Sebenarnya Penyakit Tipes Itu?

Penyakit tipes adalah sebuah infeksi yang dipicu oleh serangan bakteri bernama Salmonella typhi . Jalur utama penularan penyakit ini adalah melalui makanan atau minuman yang tanpa disadari sudah tercemar oleh bakteri tersebut. Di Indonesia sendiri, kasus penyakit tersebut masih terus meningkat dari tahun ke tahun.  Sering dengar mitos kalau tipe itu terjadi gara-gara terlalu capek atau sibuk beraktivitas? Nah, fakta medisnya ternyata kurang tepat. Tipes, murni terjadi karena adanya infeksi bakteri. Mitos ini kemungkinan besar muncul karena orang yang terlalu sibuk biasanya jadi tidak memperhatikan kebersihan makanannya, sehingga tubuhnya lebih mudah terkena bakteri penyebab tipes.

Bagaimana Bakterinya Bisa Masuk?

Penularan bakteri ini terjadi ketika seseorang mengonsumsi asupan yang sudah terkontaminasi oleh partikel kotoran (kotoran). Begitu berhasil masuk, bakteri S. typhi ini akan bersarang dan hidup di dalam saluran pencernaan manusia, yang kemudian memicu munculnya gejala-gejala tipes.  Berikut adalah beberapa kondisi yang paling sering menjadi jalan masuk penularan penyakit tipes:

  • Malas atau lupa mencuci tangan setelah menggunakan toilet dan sebelum memegang makanan.

  • Menyantap makanan yang sudah dihinggapi bakteri Salmonella typhi , khususnya pada makanan hidangan yang dimasak kurang matang.

  • Meminum susu sapi yang belum melewati proses pasteurisasi (pemanasan pembunuh kuman) dan sudah terkontaminasi bakteri S. typhi .

Satu hal lagi yang wajib diketahui, tipes (atau demam tifoid) itu berbeda dengan penyakit tifus . Tifus (typhus) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh jenis bakteri lain, yaitu Rickettsia , di mana penyebarannya terjadi melalui perantara gigitan kutu hewan. Jadi, pastikan kamu tidak tertukar membedakan keduanya, ya! 

Mengenali Gejala Penyakit Tipes

Tanda-tanda penyakit tipes tidak langsung muncul seketika pada saat itu juga. Seseorang biasanya baru akan merasakan keluhan sekitar satu hingga dua minggu setelah bakteri Salmonella typhi berhasil masuk ke dalam tubuhnya.  Berikut ini adalah gejala yang sering dialami oleh penderita tipes:

  • Suhu tubuh akan mengalami kenaikan sedikit demi sedikit (tidak langsung tinggi) hingga bisa menembus angka 39–40°C.

  • Penderita umumnya akan merasakan pusing atau nyeri pada area kepala.

  • Karena infeksi terjadi di saluran cerna, tubuh akan merespons dengan rasa mual, muntah, nyeri perut, kesulitan buang air besar (sembelit), atau sebaliknya mengalami diare.

  • Kondisi fisik akan terasa sangat lesu dan kehilangan tenaga.

Pencegahan Penyakit Tipes

Kunci utama agar terhindar dari penyakit tipes adalah dengan menjaga kebersihan diri, yaitu melalui penerapan gaya hidup yang bersih. Beberapa tindakan pencegahan yang dapat dilakukan meliputi:

  • Selalu mencuci tangan menggunakan sabun di bawah air yang mengalir.

  • Mengonsumsi makanan yang matang.

  • Membersihkan sayuran dan buah-buahan sebelum dikonsumsi.

  • Memilih air minum yang sudah terjamin kebersihannya.  Apabila menggunakan air keran, pastikan untuk merebusnya sampai mendidih sebelum meminumnya.

  • Mengurangi kebiasaan membeli makanan ringan maupun minuman yang dijual di pinggir jalan.


Menikmati jajanan atau melakukan kulineran tentu saja bukanlah hal yang dilarang. Kamu tetap bisa melakukannya, asalkan selalu bijak dalam memilih makanan dan selalu mengutamakan aspek kebersihan.

Satu hal penting yang perlu selalu diingat adalah biaya perawatan di rumah sakit akibat penyakit tipes jauh lebih mahal dibandingkan dengan harga makanan atau minuman yang kamu beli. Menjaga kesehatan saluran pencernaan merupakan sebuah dampak jangka panjang yang sangat berharga bagi tubuh kamu.

Oleh karena itu, mari bersama-sama lebih peduli terhadap kesehatan diri sendiri. Jangan lupa untuk membagikan artikel ini kepada teman-teman kamu, terutama mereka yang masih sering memiliki kebiasaan makan makanan sembarangan. Ingatlah selalu bahwa mencegah penyakit tentu jauh lebih baik daripada harus mengobatinya! 


Sumber Referensi: 

Bumame. (2026). Kenali Penyakit Tipes: Gejala, Penyebab, dan Pentingnya Vaksinasi | Bumame. Bumame. https://bumame.com/news/kenali-penyakit-tipes-gejala-penyebab-dan-vaksinasi

Komentar